Showing posts with label Fotografi. Show all posts
JPEG VS RAW? Apa Bedanya?
![]() | |
|
Pada dasarnya kebanyakan kamera bekerja dengan cara seperti ini: Saat kita memencet tombol shutter, kamera akan merekam data mentah yang diterima sensor (baca RAW). Berdasar data ini, software di dalam kamera akan memutuskan beberapa parameter, misalnya seberapa jauh foto perlu dipertajam, setting white balance mana yang sesuai, berapa level eksposur yang dipakai, seberapa besar saturasi warna-nya dan seberapa besar beda kontrasnya dll. Hasil pengolahan data oleh software di dalam kamera ini selanjutnya dikirim ke memory card dalam bentuk file JPEG.
RAW adalah data mentah yang langsung ditangkap sensor sedangkan JPEG adalah data matang yang sudah diolah oleh software kamera. Jika kita memutuskan untuk memilih format RAW, berarti kita memerintahkan kamera untuk langsung mengirim data mentah dari sensor ke memory card. Dan kalau kita memilih format JPEG, berarti kita memerintahkan kamera untuk memproses data dari sensor terlebih dahulu sebelum mengirim ke memory card.
Bagi sebagian besar penggemar fotografi, hasil olahan kamera seringkali sudah cukup bagus. Namun bagi kalangan profesional dan hobiis serius, mereka tidak rela kamera mengotak-atik foto yang mereka jepret. Format RAW membuat kita bisa mengubah-ubah parameter pemotretan sesuka kita. Dengan bantuan software pengolah RAW (photoshop, lightroom, GIMP, ACDSee dll), kita bisa mengubah nilai eksposur, white balance, saturasi sampai kontras untuk kemudian menyimpannya dalam format yang lain: JPG atau TIFF.
Mengenal Street Photography
| Dok. pribadi |
Fotografi pada dasarnya tidak terikat pada aturan-aturan yang ada. Hal tersebut yang menyebabkan dunia fotografi dapat berkembang dengan luas dan digemari oleh banyak orang. Salah satu jenis fotografi dimana kebebasan dapat disampaikan adalah Street Photography.
Street photography atau fotografi jalanan merupakan jenis fotografi dimana fotografer dapat menangkap momen-momen yang terjadi di jalanan, baik itu orang yang berlalu-lalang, pedagang keliling, dan lain sebagainya. Namun street photography tidak berbatas pada jalanan saja. Fotografer juga dapat mengabadikan keindahan atau keunikan arsitektur dari suatu kota yang bercampur dengan sejarah dan kultur dari kota yang diabadikan.
Street photography erat kaitannya juga dengan Human Interest, dimana fotografer juga dapat mengabadikan ekspresi orang-orang sekitar saat berada di jalanan secara natural. Moment of surprise yang terjadi di jalanan juga dapat menjadi daya tarik bagi para fotografer karena banyak kejadian yang tak terduga yang kita abadikan malah membuat foto tersebut menjadi epic.
Untuk gear yang biasa digunakan dalam street photography, bisa menggunakan banyak pilihan kamera yang ada. Namun, biasanya kamera dipasangkan dengan lensa fix seperti lensa 35mm, 50mm, atau 28mm untuk menghasilkan foto dengan bokeh yang pas. Atau bisa juga dipasangkan dengan lensa wide untuk menangkap arsitektur atau keindahan dari suatu kota.
Namun, untuk menghasilkan foto street yang bagus tidak hanya bergantung kepada gear yang kita gunakan. Poin utama dari street photography lebih kepada momen apa yang bisa kita tangkap di jalanan atau sekitar kita, serta ekspresi orang-orang yang dapat kita rekam dan keindahan maupun keunikan dari sebuah kota beserta orang-orang di dalamnya.
Apa Itu Aperture?
Banyak sekali terdapat istilah-istilah fotografi dan fungsi pada kamera yang wajib diketahui oleh juru foto. Namun, tidak sedikit pula yang belum mengetahui istilah-istilah tersebut. Satu lagi istilah yang penting untuk diketahui oleh para juru foto adalah Aperture.
Aperture secara sederhana bisa diartikan bukaan lensa yang mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke Sensor. Nilai aperture yang kita pilih akan menentukan bukaan seberapa kecil atau besarnya bukaan lensa. Semakin besar bukaan lensa maka semakin besar pula cahaya yang masuk, dan sebaliknya semakin sempit bukaan lensa maka semakin sedikit cahaya yang masuk.
Satuan aperture adalah f-stop, misalnya f/2.8, f/5, f/8, f/22 dan lain-lain. Pengaturan aperture sangat bergantung pula dengan pengaturan Shutter Speed dan ISO, seperti yang dijaelaskan dalam artikel mengenal segitiga Exposure. Jadi semakin rendah nilainya (ex. f/2.8) maka semkin lebar bukaannya, dan sebaliknya semakin besar nilainya seperti f/22 maka semakin kecil bukaannya yang bisa dilihat dari gambar diatas.
Ketika kita mengubah Nilai aperture maka akan berpengaruh terhadap Depth of Field. Depth of Field sendiri adalah area tajam / area fokus pada gambar. Aperture berbanding terbalik dengan Depth of Field, jadi ketika kita atur bukaan aperture terlebar(angka kecil) maka Depth of Field tersempit akan kita dapatkan, sebaliknya jika kita mengatur bukaan aperture tersempit(angka besar) maka Area Depth of Field terluas yang kita dapatkan. Depth of Field Sempit berarti sedikit area fokus dan banyak area blur/tidak fokus.
Pengaturan Aperture ini sangat bermanfaat dalam fotografi jenis apapun, baik itu landscape(pemandangan), portrait(wajah) dan macro. dalam fotografi landscape biasanya digunakan bukan aperture terkecil (angka besar) sehingga semua area tampak tajam / fokus, baik area foreground atau background, dengan menggunakan lensa wide angle akan dihasilkan gambar yang sangat dramatis. Sedangkan dalam fotografi Portrait kadangkala menggunakan bukaan aperture lebar(nilai kecil) ini adalah untuk mengisolasi subjek agar lebih dominan dan tidak dikacaukan oleh background, dan biasanya menggunakan lensa tele menengah. Dalam fotografi macropun juga berlaku hal yang sama, yakni dengan menggunakan lensa makro ketika kita ingin mengisolasi subjek dan mengaburkan background maka settingan aperture terlebar dapat kita gunakan.
Nah pengaturan nilai aperture untuk mengaburkan background, berapa jarak background dan subjek agar tampak blur dapat anda baca dalam artikel mendapatkan bokeh yang indah. Aperture pada setiap lensa berbeda-beda, pada lensa prime biasanya memiliki bukaan sangat lebar (nilai kecil misal. f/1.4), dan pada lensa zoom biasanya memiliki bukaan terlebar f/4. Disinilah kelebihan lensa prime yang dapat menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya, anda dapat membaca perbedaan lensa prime/fixed dan lensa zoom untuk mengetahui lebih lanjut.
Perbedaan SLR dan DSLR
| Analog vs Digital (Sumber gambar) |
Seperti yang tertera pada judul di atas, kali ini kita akan membahas tentang perbedaan kamera SLR dengan kamera DSLR. Loh, bukannya sama aja? Pertanyaan tersebut pasti akan muncul di benak orang-orang awam.
Kamera SLR atau Single Lens Reflex merupakan kamera yang mengunakan sistem cermin di dalam kamera yang memantulkan sebagian cahaya ke prisma sehingga fotografer dapat melihat komposisi foto dengan mengintip di jendela bidik dengan akurat sesuai apa yang dilihat oleh lensa kamera. Kamera SLR biasanya masih menggunakan film(roll film) dan biasanya fitur-fitur yang terdapat pada kamera SLR kebanyakan masih serba manual.
Lantas apa bedanya dengan DSLR? Kamera DSLR atau Digital Single Lens Reflex pada dasarnya menganut sistem yang sama dengan SLR, yaitu mengunakan sistem cermin di dalam kamera yang memantulkan sebagian cahaya ke prisma sehingga fotografer dapat melihat komposisi foto dengan mengintip di jendela bidik dengan akurat sesuai apa yang dilihat oleh lensa kamera. Namun, perbedaannya dengan kamera SLR adalah kamera DSLR sudah tidak menggunakan roll film lagi sebagai penyimpanan, melainkan menggunakan memori digital seperti SD Card, CF Card, atau memori lainnya dalam bentuk digital. Fitur-fitur yang terdapat di dalam DSLR pun rata-rata sudah bisa digunakan secara Auto dan pengaturannya semakin intuitif sehingga mempermudah penggunaan bagi fotografer.
Adanya DSLR dan kamera digital lainnya tidak lantas membuat keberadaan kamera SLR atau kamera analog lain punah atau tersingkir. Masih banyak orang yang menyukai kamera analog dikarenakan keaslian warna gambar yang dihasilkan oleh film, penggunaannya lebih tradisional, serta proses yang dijalankan hingga foto jadi lebih bisa dinikmati karena tidak instan seperti kamera digital.
Tips Fotografi Dalam Kondisi Low Light
![]() |
| Dok. Pribadi |
Dalam pengambilan gambar, kadang kita tidak selalu mendapatkan pencahayaan atau lighting yang cukup. Baik karena kondisi waktu pengambilan gambar juga kondisi pencahayaan dalam ruangan dengan minim lampu atau sorot matahari. Kamera yang kita gunakan bisa saja mampu menangkap gambar dengan kondisi minim cahaya namun dengan beberapa penyesuaian. Nah, berikut ini merupakan tips bagaimana menangkap gambar dalam kondisi minim penerangan.
Menggunakan High ISO
Dalam dunia fotografi, istilah “ISO” mengacu pada kecepatan film atau sensitivitas sensor kamera digital terhadap cahaya. Dalam konsisi minim cahaya, kita dapat mengatur setelan ISO pada kamera yang kita gunakan untuk di set ke ISO yang tinggi. Namun harus diingat bahwa semakin tinggi ISO yang kita gunakan, semakin banyak pula noise yang dapat muncul. Maka dari itu, kita harus pastikan pada ISO berapa maksimal dapat kita gunakan tanpa memunculkan noise yang mengganggu.
Penggunaan Tripod
Penggunaan tripod dapat sangat membantu untuk mengambil gambar dalam kondisi minim cahaya. Karena jika menggunakan tripod, kita dapat menggunakan long exposure dimana pada saat menggunakannya kamera diharuskan untuk diam atau tanpa ada goyangan sedikitpun.
Set Aperture Bukaan Minimal
Aperture juga sangat penting untuk menangkap gambar dalam kondisi minim cahaya. Kita dapat mengatur aperture untuk di set ke bukaan terkecil yang dapat dilakukan oleh lensa (atau kamera) yang kita gunakan. Semakin minim bukaan atau aperture yang digunakan, maka akan semakin banyak cahaya yang dapat masuk ke dalam kamera.
Apa itu HDR?
![]() |
| Contoh foto dengan HDR (Dok. pribadi) |
HDR atau High Dynamic Range merupakan salah satu istilah baru yang ada di dunia fotografi dan videografi. Banyak smartphone baru yang beredar di pasaran saat ini sudah menambahkan fitur HDR pada aplikasi kamera yang digunakan.
Dalam dunia fotografi, rentang dinamis adalah perbedaan antara unsur-unsur gelap dan terang pada sebuah gambar. High Dynamic Range, atau HDR, adalah proses yang meningkatkan jangkauan dinamis ini, hingga melampaui apa yang sebenarnya dapat ditangkap oleh lensa smartphone Anda.
Meskipun tujuan akhir dari HDR adalah untuk membuat gambar lebih mengesankan, itu bukan berarti fitur HDR harus digunakan untuk setiap anda mengambil foto. HDR bisa menampilkan hasil yang bagus ketika digunakan pada beberapa kondisi, seperti mengambil foto landscape, mengambil foto dengan nilai contrast yang tinggi, mengambil foto dengan warna yang lebih hidup, dan lain sebagainya.
Lantas, bagaimana cara kerja dari HDR itu sendiri? Ketika Anda mengambil foto dengan fitur HDR yang diaktifkan, kamera menangkap beberapa gambar secara berurutan dengan nilai eksposur yang berbeda. Perangkat lunak kamera smartphone kemudian menggabungkan gambar-gambar ini menjadi satu foto yang mempertahankan detil dari yang paling gelap dan daerah yang paling ringan.
Apa Itu Exposure?
![]() |
| Contoh foto long exposure. (Dok. pribadi) |
Jika berbicara tentang hal teknis fotografi, ada istilah yang dinamakan Exposure. Tapi apa itu exposure? Exposure merupakan jumlah intensitas cahaya yang dapat masuk ke dalam kamera pada saat pengambilan gambar. Jika paparan cahaya yang diterima kamera kita terlalu banyak maka hasil foto yang kita dapatkan akan menjadi terlalu terang, dalam dunia fotografi disebut over exposure. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah cahaya yang diterima oleh kamera kita sedikit maka hasil gambar yang kita dapatkan akan menjadi terlalu gelap atau biasa disebut under exposure.
Dalam mengatur exposure dalam
kamera ada dua macam kontrol utama yang mempengaruhinya. Pertama adalah
kecepatan bukaan rana atau dalam fotografi disebut Shutter Speed yang mempunyai
fungsi sebagai penentu lamanya waktu sensor terkena cahaya. Dan yang kedua
adalah besarnya bukaan rana / aperture yang mempengaruhi besar kecilnya
lubang rana tersebut terbuka. Kombinasi dari kedua settingan tersebutlah yang
menentukan hasil exposure. Kecepatan bukaan rana diukur dalam detik, hanya saja
dalam penyebutannya notasinya dituliskan seperberapa detik. Misalnya jika kita
ingin sangat cepat maka kita dapat memilih 1/2000 detik atau jika
kita ingin sangat lambat kita dapat mengaturnya 8 detik. Sedangkan bukaan
rana diukur dalam f/nilai. Misalnya f/1.8 maka berrarti aperture besar dan
jika f/22 maka aperture sangat kecil.
Shutter speed selain menentukan cepat lambnatnya
bukaan rana juga mempunyai
efek lain bagi foto yang dihasilkannya. Semakin cepat shutter speed, maka foto
yang dihasilkannya pun semakin keras (efek freezing menjadi semakin
kelihatan). Sedangkan jika aperture mempunyai efek lebar sempitnya
bidang fokus atau biasa disebut depth of field (DOF).
Semakin besar aperture maka akan semakin sempit bidang fokus. Dan begitu juga
sebaliknya, semakin kecil aperture maka semakin lebar bidang fokusnya.
Apa itu Bokeh?
Setelah membahas tentang landscape dan portrait, ada juga salah satu istilah dalam fotografi yang sangat terkenal. Istilah tersebut adalah "Bokeh". Mungkin di telinga orang awam, istilah tersebut acap kali terdengar namun tidak mengetahui apa artinya. Apa sih itu Bokeh? Bokeh berasal dari bahasa Jepang yaitu "boke" ( 暈け atau ボケ ) yang berarti "blur" atau "kabut". Istilah terkait adalah bokashi ( 暈かし ) yang berarti sengaja dikaburkan atau di-gradasi.
Istilah bokeh dipopulerkan dalam bahasa Inggris pada tahun 1997 oleh majalah Photo Techniques, yang saat itu Mike Johnston seorang editor memuat tiga artikel untuk bulan Maret dan April 1997 dengan mengubah ejaan dari bahasa Jepang tersebut menjadi pengucapan yang benar untuk penutur bahasa Inggris. Istilah bokeh dalam fotoghrafi muncul dalam buku-buku fotografi sejak 1998.
Bokeh merupakan bagian sisi foto yang tidak jelas atau kabur. Dalam dunia fotografi pula, sebuah bidang fokus foto dibebani oleh lensa kamera sehingga bidang fokus tidak seluas pada mata kita. Dari kejadian tersebut terbentuklah sebuah bokeh dari sebuah foto. Disisi lain, kekurangan dari sebuah optik yang dimiliki lensa kamera ini dimanfaatkan oleh fotografer untuk membuat suatu karya foto yang dapat menonjol titik fokus mata dimana akan berhenti sejenak pada objek foto sebelum memulai menelusuri area lain.
Teknik bokeh biasa digunakan oleh fotografer untuk memperjelas point dari suatu objek yang ingin dipotret. Foto dibuat fokus pada salah satu objek dan objek lainnya akan di-blur. Foto yang dihasilkan pun menjadi lebih bagus dan arti dari sebuah foto yang ingin disampaikan oleh fotografer akan lebih tersampaikan.
Sekian dulu pengertian dari "Bokeh". Pada kesempatan lainnya akan dibagikan teknik untuk mendapat gambar bokeh yang sesuai dengan keinginan kalian.
Tips Memotret Bintang
![]() |
| Dok. pribadi |
Memotret bintang merupakan salah satu favorit bagi para fotografer kebanyakan. Hal tersebut digemari karena bintang sudah jarang terlihat di daerah perkotaan. Memotret bintang tidak seperti memotret objek lain yang "tinggal jepret". Dibutuhkan beberapa keahlian, peralatan, serta kesabaran bagi sang juru foto. Berikut ini tips menghasilkan foto bintang yang indah.
Persiapkan Gear (Tripod & Kamera)
Untuk menangkap gambar, tentu diperlukan sebuah kamera baik itu dslr maupun jenis lainnya. Untuk memotret bintang, kita bisa menggunakan berbagai macam kamera dengan catatan kamera tersebut mampu untuk di set sesuai dengan kondisi malam hari. Penggunaan kamera smartphone sejauh ini belum cukup memadai untuk memotret bintang. Lalu kita memerlukan tripod atau peralatan sejenis untuk membantu proses pengambilan gambar. Apa fungsinya? tripod berguna untuk menjaga agar kamera tidak goyang saat pengambilan foto.
Setting Kamera
Setting kamera meruapakan salah satu hal terpenting untuk memotret bintang. Set kamera pada bukaan atau aperture terlebar, serta kecepatan rana atau exposure dalam durasi yang cukup lama, serta atur ISO secukupnya(set ke paling tinggi yang belum muncul noise atau grainy) agar bintang serta rasi bintangnya dapat tertangkap dengan jelas pada foto yang dihasilkan.
Jauhi Perkotaan
Daerah perkotaan yang penuh polusi dan banyaknya cahaya lampu gedung dan rumah membuat pemotretan bintang sangat sulit dilakukan. Carilah tempat yang agak jauh dari perkotaan dimana tempat tersebut masih minim akan polusi dan lampu-lampu. Daerah perbukitan dan pegunungan menjadi spot yang pas untuk menangkap gambar bintang. Selain itu, daerah pedesaan yang masih minim cahaya juga dapat dijadikan spot alternatif.
Lihat Prakiraan Cuaca
Setelah menyiapkan gear, menyetting kamera, serta pergi ke spot foto yang pas tentu akan sia-sia jika sesampainya disana cuaca sedang mendung atau bahkan hujan. Maka dari itu, pantau terlebih dahulu prakiraan cuaca yang dapat kita lihat melalui ponsel. Walaupun tidak seratus persen akurat, setidaknya kita bisa memperkirakan bagaimana cuaca di daerah spot foto kita berada.
Edit Foto dengan Software Gratis
Mendengar kata aplikasi pengedit foto, yang sering terpikirkan oleh kita pasti photoshop. Akan tetapi dengan keterbatasan kita dalam mengedit foto, saya sarankan jangan menjadikan photoshop sebagai pilihan aplikasi edit foto satu – satunya. Karena selain merupakan produk berlisensi (berbayar), ukuran aplikasi ini juga terbilang cukup besar dan memberatkan kerja CPU dan RAM komputer anda.
Sebagai alternatif,kali ini saya akan memberikan 4 aplikasi edit foto yang menurut saya cukup bagus dan sangat lengkap, dan yang terpenting adalah gratis.
1. PhotoScape
Aplikasi ini saya yakin tidak asing lagi ditelinga anda semua. Aplikasi photo editor freeware yang satu ini merupakan salah satu aplikasi yang sangat populer di Indonesia. Selain dilengkapi fitus umum sebuah pengedit foto seperti memotong (crop), menambah efek, menggabungkan foto, dan masih banyak lagi, PhotoScape juga memiliki kelebihan dari desain interface (tampilan) yang sangat simple dan mudah digunakan bagi pemula sekalipun.
2. PixBuilder
PixBuilder merupakan aplikasi edit foto yang sangat ringan dengan ukuran hanya sekita 3 MB saja. Dengan ukuran yang sangat kecil PixBuilder bukan aplikasi edit foto yang bisa diremehkan, karena aplikasi ini terbilang cukup lengkap dari segi fiturnya. Beberapa fitur yang dimiliki PixBuilder yaitu pengaturan warna seperti kecerahan, keseimbangan warna, manipulasi dll. Selain fitur – fitur tersebut tentunya PixBuilder telah dilengkapi tool-tool standar sebuah foto editor.
3. GIMP
Jika anda tetap bersikukuh ingin menggunakan aplikasi sejenis PhotoShop, aplikasi yang satu ini akan saya sarankan kepada anda. GIMP merupakan aplikasi edit foto yang sering disamakan dengan Photoshop, karena fitur-fitur serta tampilannya sangat mirip dengan aplikasi terkenal tersebut. Kelebihan yang dimiliki GIMP tentunya merupakan aplikasi freeware (gratis).
4. Paint.NET
Paint.NET merupakan aplikasi editor foto yang sedang berkembang saat ini, dan banyak digandrungi pengguna, bahkan aplikasi ini sering disejajarkan dengan Adobe Photoshop. Salah satu kelebihan yang dimiliki aplikasi ini yaitu kecepatan yang ditawarkannnya sangat mumpuni, selain itu tentunya fitur edit foto staandar yang lengkap telah tersemat pada aplikasi ini.
Sebagai alternatif,kali ini saya akan memberikan 4 aplikasi edit foto yang menurut saya cukup bagus dan sangat lengkap, dan yang terpenting adalah gratis.
1. PhotoScape
![]() |
2. PixBuilder
![]() |
3. GIMP
![]() |
4. Paint.NET
![]() |
Tips Fotografi Untuk Instagrammer
Instagram adalah salah satu social media seperti facebook dan twitter. Namun berbeda karena fitur unggulan untuk edit foto menjadi tampak lebih bagus. Dengan berbekal kamera ponsel di tangan dan aplikasi Instagram di dalamnya, siapapun bisa bebas berkreasi dalam aktivitas memotret obyek yang diinginkan.
Namun, jika menginginkan hasil bidikan menarik dan tidak terkesan 'asal jepret', tentunya dibutuhkan sejumlah kiat memotret. Ingin tahu apa saja kiat yang dimaksud?
Beberapa Instagrammer yang dipilih GeekSugar berikut tak segan-segan membagi ilmunya pada mereka yang ingin lebih serius mendalami kegiatan memotret dengan Instagram.
1. Pakai Lensa Tambahan
Lensa tambahan menjadi 'senjata' pengguna Instagram dengan nama Moniqua ini. Lensa yang dipasangkan di piranti iPhone, membantunya mendapatkan detail sekecil apapun dari obyek yang dibidik.
Tak hanya lensa, posisi memotret juga tak kalah penting. Misalnya untuk mendapatkan foto buah blueberrynya ini.
"Saat aku mengambil foto makro, aku selalu memakai aplikasi dasar kamera karena cepat dan sederhana. Namun untuk mendapatkan bidikan makro yang sempurna, aku harus berada di posisi yang tak normal. Dalam kasus ini, posisiku sangat dekat dengan blueberry sampai-sampai lensaku menyentuh air. Memang hal ini tidak nyaman, tapi sebagai gantinya aku mendapatkan bidikan yang sempurna," ujarnya.
2. Underexpose dan Pakai Beberapa Filter
Foto yang overexposure kerap menghilangkan detail yang kita inginkan di foto, seperti saat memotret langit cerah, namun malah tidak mendapatkan foto bentuk awan.
Kamera di ponsel memiliki keterbatasan, salah satunya untuk kasus ini. Akan tetapi tak perlu khawatir, karena Chrisozer memiliki jalan keluarnya.
"Aku malah sengaja mengambil gambar yang underexposed, karena jika tidak, elemen seperti awan akan 'lewat'. Untuk melakukan underexpose, cukup lakukan tap dan tahan di bagian area yang cerah, di mana hal ini akan mengunci fokus dan exposure. Kamu lantas akan bebas mengatur bidikan tanpa harus cemas piranti berpindah ke exposure yang tidak diinginkan," lanjutnya.
Untuk menghasilkan foto di atas, Chrisozer memakai lebih dari satu aplikasi yakni Snapseed, Camera+, PhotoForge2 dan Instagram.
3. Jangan Puas dengan 1 Bidikan
Sebagian besar iPhoneographer mengambil beberapa bidikan dengan pirantinya dan baru menguploadnya ke Instagram belakangan. Salah satunya adalah Takinyerphoto.
Ia mengatakan," Rata-rata, aku mengambil 30-50 bidikan dalam sehari namun aku hanya memposting 4 atau 5 bidikan ke Instagram. Tak semua obyek yang kita bidik menghasilkan foto yang bagus, terutama bagi pemula. Namun dengan latihan dan kesabaran, kamu akan menemukan stylemu sendiri," ujarnya seperti dikutip dari GeekSugar, Rabu (5/9/2012).
4. Melakukan Komposisi
Bagi pengguna Instagram yang memakai nama danhole ini, komposisi itu sangat penting. "Aku sangat menghargai komposisi, dan saranku untuk kalian adalah memberikan perhatian lebih pada aturan rule of thirds," ujarnya.
5. Self Portrait
Dengan semua filter yang disajikan Instagram, semua pengguna bisa menghasilkan foto-foto menawan, termasuk self portrait. Tentunya, self portrait yang dibahas di sini memakai angle yang menarik.
Bagi safesolvent, ia lebih suka melakukan self portrait dari jarak jauh sehingga fotonya tidak bisa dibilang 'biasa'. Caranya? Selain melakukan pengaturan komposisi, ia juga memakai fitur timer delay milik Camera+ sebelum mempostingnya ke Instagram.
Beli DSLR atau Mirrorless?
Buat kalian yang awam dengan dunia fotografi dan memiliki niatan untuk membeli kamera pasti kebingungan untuk memilih jenis kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) atau kamera Mirrorless. Terlebih lagi saat ini harga kedua jenis kamera tersebut sangat bersaing di pasaran. Lalu, mana yang harus kita pilih? Beli DSLR atau Mirrorless?
Sebelum itu, apa perbedaan utama DSLR dan Mirrorless? Sesuai julukannya, mirrorless yang berarti “tanpa cermin”, mirrorless sejatinya adalah DSLR yang dihilangkan bagian pemantul cahayanya (mirrorbox).
Tanpa mirrorbox yang berfungsi membelokkan cahaya dari lensa ke jendela bidik optis, ukuran kamera mirrorless bisa dibuat jauh menciut dibandingkan DSLR, sambil tetap mempertahankan kualitas tangkapan gambar dan lensa yang bisa diganti-ganti.
Lantas pilih mana? Berikut ini beberapa poin penting sebelum memilih antara DSLR atau Mirrorless.
Portabilitas
Biasanya, alasan orang memilih kamera Mirrorless karena ukurannya yang menyerupai kamera compact namun dengan kemampuan yang lebih. Alasan tersebut benar adanya karena rata-rata kamera Mirrorless memiliki ukuran yang lebih kecil dari DSLR. Bahkan kamera Mirrorless Full Frame ukurannya lebih mungil dari DSLR kebanyakan.
Kelengkapan Lensa
Pada bagian ketersediaan lensa, DSLR menang telak dari Mirrorless karena DSLR sudah jauh lebih dulu hadir serta banyak perusahaan selain produsen DSLR yang membuat lensa yang compatible dengan DSLR tersebut. Memang banyak tersedia adapter agar bisa menggunakan lensa DSLR pada body Mirrorless. Namun hal tersebut akan mengurangi keunggulan portabilitas yang diusungnya.
Viewfinder VS Electronic Viewfinder
Kamera DSLR identik dengan yang namanya viewfinder atau jendela bidik. Dengan viewfinder kita dapat membidik objek yang akan kita potret secara natural serta dapat melihat tingkat kefocusan tanpa harus melihat di layar LCD kamera. Pada beberapa kamera Mirrorless sudah menggunakan EVF untuk menggantikan viewfinder namun terkadang masih terasa kurang natural. Serta pada Mirrorless yang tidak menggunakan EVF tetap dapat melihat objek melalui liveview di layar LCD dengan konsekuensi daya tahan baterai yang cepat berkurang.
Kemampuan Kamera
Pada poin ini, Mirrorless sudah dapat bersaing dengan DSLR. Banyak Mirrorless baru bemunculan dengan kemampuan yang lengkap setara dengan DSLR. Bahkan untuk kemampuan video, beberapa Mirrorless sudah menjadi primadona mengalahkan DSLR seperti camera Sony A7SII dan Panasonic Lumix GH5 yang banyak digunakan videografer dalam sebuah produksi.
Tips Memotret Konser dengan Kamera Saku

Konser musik merupakan salah satu pertunjukan seni yang digemari oleh anak muda maupun orang-orang dewasa. Saat konser berlangsung, tentu saja ada keinginan untuk mengabadikan momen tersebut menjadi sebuah gambar. Namun, tidak sedikit konser melarang penontonnya membawa kamera DSLR atau kamera profesional terutama konser skala internasional.
Hal itu dapat dimaklumi karena copyright foto konser tidak murah dan manajer artis sangat menjaga itu.
Pun
demikian, para manajer artis dan promotor tetap memperbolehkan kamera
saku berseliweran di konser-konser skala internasional. Tenang saja.
Tidak perlu berkecil hati karena hanya dibolehkan membawa kamera poket
saat konser.
Dengan memaksimalkan kamera mungil ini, semua bisa
terekam dengan baik. Terlebih, banyak kamera saku yang menyediakan
fasilitas lebih dari 10MP dan mode manual. Percayalah, semua ditentukan
fotografer bukan oleh alat: the people behind the gun.
1. Pastikan batarei terisi penuh saat meluncur ke lokasi konser. Baterai full diperlukan karena banyak momen sepanjang konser yang sayang terlewatkan.
![]() |
(Konser NKOTBSB di Ancol, Jakarta, Jumat (1/6/2012) dengan posisi di bawah panggung (kelas festival) dengan kamera saku Nikon Coolpix P7100. Foto: Ari Saputra)
|
2. Gunakan memori paling besar dari yang Anda punya. Memori besar
dipergunakan untuk memastikan keasyikan memotret tidak berhenti di
tengah jalan.
3. Setting mode di aperture priority. Tidak perlu
malu untuk menggunakan mode automatis/progam. Kalau ingin mencoba mode
manual, pastikan semuanya telah terukur seperti kecepatan, diafragma dan
tata lampu konser sangat mendukung.
4. Turunkan lightmeter setidaknya 1 stop karena lensa sangat sensitif menerima lampu konser.
5. Pilih white balance terbaik. Jangan ragu untuk mencoba
semua fasilitas WB, bandingkan dan cari yang paling sesuai selera dan
gunakan sepanjang konser.
6. ISO disarankan tidak lebih dari 800.
Sebab, dikhawatirkan terjadi noise dan gambar pecah yang cukup
mengganggu. Jangan takut gambar gelap karena pada konser artis luar
negeri, tata lampu disiapkan dengan matang dan sangat fotogenik.
7.
Pilih kualitas gambar di kamera dengan setting 'Large'. Jangan
terlampau pelit dengan memory card Anda, karena kesempatan memotret
artis pujaan bisa datang 10 tahun lagi. Kualitas gambar terbesar sangat
baik untuk menyiasati croping di komputer bila diperlukan.
![]() |
| (Konser Linkin Park di Stadion GBK Jakarta, (21/9/2011) dengan posisi di atas panggung (kelas tribun) dengan kamera saku Nikon Coolpix P7110. Foto: Ari Saputra) |
8. Bila kamera saku Anda mempunyai fasilitas continues shoot,
gunakan itu dengan baik. Jepret penyanyi kebanggaan Anda dengan
continues shoot dengan sedikit 'membabi buta'. Ini untuk mendapat momen
tidak lolos begitu saja.
9. Cari posisi terbaik. Saat membeli
tiket, perhatikan setting panggung terlebih dahulu. Kalau panggung
mempunyai 'belalai' yang menjorok ke penonton, itu sangat menguntungkan
para pengguna kamera saku karena zooming tidak terlalu dibutuhkan.
Tetapi kalau tidak ada 'belalai' ke penonton, datanglah secepat mungkin
untuk mencapai bibir panggung.
10. Beberapa konser menyediakan
panggung penonton lebih tinggi dari kelas festival. Posisi ini lebih
efektif dibanding menjepret dari kelas festival biasa. Sebab, dengan
posisi lebih tinggi, Anda mempunyai kelebihan memotret suasana
keseluruhan konser yang megah. Juga suasana kolosal yang sangat memukau.
Kalaupun
tidak ada posisi lebih tinggi dari panggung, misalkan konser berada di
lapangan terbuka dan setting panggung tidak mempunyai belalai ke
penonton, jangan pilih posisi terlalu dekat ke bibir panggung.
Sebab, meski posisi memotret di bibir panggung mempunyai kelebihan dapat memotret close-up,
namun tidak dapat menjepret suasana konser secara keseluruhan. Ambil
bagian di tengah atau dibagian belakang. Jangan khawatir, zooming lensa
di kamera saku tertentu masih bisa memotret ekpresi penyanyi dengan
baik.
11. Jangan panik dan terburu-buru saat memotret konser. 2
jam pertunjukan sangat panjang untuk menghasilkan sedikitnya 20 hingga
30 frame terbaik. Tetap nikmati lagu-lagu yang dibawakan tanpa takut
kehilangan momentum.
Yakinlah ada pengulangan adegan yang masih
bisa dipotret bila adegan sebelumnya lolos. Pengulangan adegan biasa
terjadi meski koreografi dibuat oleh koreografer paling handal
sekalipun.
12. Perhatikan aksi panggung si artis. Biasanya
terdapat gerakan khusus dimana semua terdiam beberapa detik untuk
membuat jeda. Beberapa artis melakukan ini di tengah lagu atau akhir
lagu. Saat inilah moment terbaik untuk menjepret dengan kamera saku
Anda.
13. Supaya tidak monoton, jangan fokus pada artisnya saja. Setidaknya Anda dapat memotret:
- Suasana keseluruhan konser dari penonton hingga panggung utama.
- Kemegahan tata lampu.
-
Close up artis, cari ekpresi terbaik. Kalau zoom tidak sampai close-up,
Anda bisa memaksimalkan di setengah badan atau seluruh badan. Capture
bahasa tubuh terbaik dari si artis.
- Jepret artis seluruh badan, pastikan bahasa tubuh paling dramatis terekam sempurna.
-
Siap-siap dengan berbagai aksi kejutan artis misalnya turun ke
tengah-tengah penonton. Bila itu terjadi, jangan panik. Pastikan semua
dalam kendali Anda.
![]() |
| (Konser Linkin Park di Stadion GBK Jakarta, (21/9/2011) dengan posisi di atas panggung (kelas tribun) dengan kamera saku Nikon Coolpix P7100. Foto: Ari Saputra) |
Dari seluruh siasat di atas, bagaimanapun juga foto tidak bisa
merekam suara dan kehebohan suatu konser. Fokuslah untuk menghasilkan
foto yang mampu menangkap dan mewakili gemuruh dahsyat si pemusik.
Jadikan foto Anda benar-benar berbicara meski hanya dengan kamera saku.
Apa itu Portrait?
![]() |
| Foto portrait Steve Jobs karya Norman Seef, 1984 |
Setelah membahas mengenai Landscape, kali ini kita akan membahas salah satu jenis fotografi yang tidak kalah populernya dengan Landscape, yaitu Portrait. Potrait merupakan jenis fotografi dimana fokus utama dari objek yang difoto ialah wajah seseorang atau objek manusia. Foto jenis ini menitik beratkan kepada ekspresi dari objek atau gerakan-gerakan yang dia lakukan.
Pada beberap sumber, jenis Portrait dikatakan berbeda dengan Human Interest. Kebanyakan foto human interest adalah menggambarkan kehidupan masyarakat dengan ekonomi lemah atau di daerah pedalaman, tapi sebenarnya human interest tidak membatasi pada subjek masyarakat kelas bawah saja, tapi juga termasuk potret keberhasilan dari masyarakat kelas atas. Hal yang membuat Portrait dan Human Interest dianggap sama karena kedua jenis fotografi tersebut sama-sama menitik-beratkan pada ekspresi yang dihasilkan oleh objek.
Portrait memiliki beberapa jenis atau gaya fotografi, antara lain Potret Klasik, Environmental Portrait, Candid Portrait, Glamour Portrait, Lifestyle Portrait, Surreal Portrait, Conceptual Portrait, Potret Abstrak, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari banyaknya gaya fotografi portrait, Candid Portrait merupakan yang paling populer dan disukai karena ekspresi yang ditangkap oleh kamera merupakan ekspresi natural yang dihasilkan objek secara spontan serta tanpa dibuat-buat.
Apa itu Landscape?
![]() |
| Foto landscape legendaris karya Charles O'Rear yang menjadi wallpaper Windows XP |
Landscape merupakan salah satu jenis fotografi dimana objek utama yang ditangkap oleh kamera ialah pemandangan secara utuh. Dengan kata lain, selain objek pemandangan, tidak ada objek lain seperti manusia maupun hewan yang terlihat menonjol dalam komposisi foto tersebut. Kalaupun ada, biasanya hanya sebagai pembanding skala dari objek pemandangan tersebut.
Jenis foto Landscape merupakan salah satu jenis fotografi yang digandrungi oleh para traveller yang berkunjung ke Indonesia. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pemandangan-pemandangan alam yang indah tersebar di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Aceh, Raja Ampat, Lombok, Pulau Komodo, hingga yang paling terkenal ialah daerah Bali.
Namun, Landscape tidak hanya melulu soal pemandangan dari alam. Pemandangan desa, kehidupan perkotaan, arsitektur gedung juga termasuk dalam fotografi Landscape.
Nah, sekian dulu pembahasan tentang fotografi Landscape. Semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai Lanscape.








.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)






