Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Instalasi Linux Mint Xfce dan Impresi Awal Penggunannya

Nama: Ananda Dwi Putranto
NIM: 1705551100
Jurusan/Fakultas/Universitas: Jurusan Teknologi Informasi/Fakultas Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah: Pengantar Sistem dan Teknologi Informasi
Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, ST MT


Linux mint merupakan salah satu distro Linux yang paling populer dan digemari oleh pengguna sistem operasi berbasis open source. Hal ini disebabkan karena tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna awam serta User Interface yang ditawarkan terlihat simple dan sedap dipandang. Kali ini, kita akan membahas mengenai instalasi OS Linux Mint 18.2 “Sonya” Xfce. Xfce sendiri merupakan varian Linux yang dapat digunakan pada komputer berspesifikasi rendah karena OS tersebut ringan dan tidak membutuhkan resource yang besar.

Langkah pertama, siapkan terlebih dahulu CD atau Flahsdisk yang sudah berisi file instalasi OS dan siap digunakan untuk booting dalam menjalankan instalasi OS. Jika belum memiliki file instalasinya, bisa diunduh pada link https://linuxmint.com/download.php.

Selanjutnya, siapkan partisi dimana tempat OS akan diinstal. Pembuatan partisi dapat dilakukan sebelum melakukan instalasi atau bisa dilakukan pada saat proses instalasi.

Setelah semua persiapan diatas dilakukan, restart komputer atau laptop kalian serta menekan tombol F2 (setiap device bisa saja berbeda) untuk masuk ke dalam menu BIOS. Pada menu BIOS, pilih tab BOOT lalu setting agar boot pertama dilakukan memlalui drive yang terdapat file instalasi OS. Lalu klik Exit dan save changes.

Proses booting akan otomatis dilakukan dan secara otomatis pula komputer akan masuk ke dalam mode Use without installing pada Linux Mint.




Untuk melakukan instalasi, klik dua kali pada icon Install Linux Mint.



Setelah itu akan muncul tampilan untuk memilih bahasa yang akan digunakan. Lalu klik Continue setelah memilih bahasa.



Pada tampilan selanjutnya, pilih I don’t want to connect to a wi-fi network right now agar tidak langsung menginstal aplikasi pihak ketiga yang membutuhkan koneksi internet. Lalu klik Continue.



Lalu, centang combobox yang ada pada tampilan selanjutnya untuk menyetujui instalasi software pendukung. Lalu klik Continue.



Pada menu selanjutnya, silahkan pilih Something else jika tidak ingin menghilangkan data yang terdapat pada hard drive. Lalu klik Continue.



Tampilan yang muncul selanjutnya adalah memilih di partisi mana kita akan menginstal OS. Kita bisa memilih New Partition Table jika belum membuat partisi sebelumnya. Jika tidak, kita bisa langsung memilih partisi dan klik Install Now.



Lalu akan muncul tampilan persetujuan memilih partisi tersebut dan akan memformat seluruh data yang terdapat pada partisi tersebut. Klik Continue.



Setelah itu akan muncul tampilan untuk memilih zona waktu yang berlakuk di daerah kita. Setelah memilih zona waktu, klik Continue.



Lalu akan muncul tampilan untuk memilih bahasa keyboard yang ingin kita gunakan . Secara umum, layout keyboard yang biasa digunakan adalah English (US). Setelah itu klik Continue.



Lalu akan muncul tampilan form untuk mengisi nama, nama komputer, username, dan password yang akan digunakan untuk login. Setelah mengisi seluruh data, klik Continue.




Komputer akan otomatis menjalankan proses instalasi Linux Mint. Proses akan berjalan lumayan lama dan akan selesai setelah dua kali proses restart.



Jika sudah muncul tampilan untuk login, maka proses instalasi Linux Mint telah selesai dan dapat digunakan dengan normal.



Impresi Awal Penggunaan Linux Mint Xfce


Setelah menggunakan Linux Mint Xfce selama beberapa hari, impresi awal yang saya rasakan adalah sistem operasi ini terasa sangat ringan digunakan jika dibandingkan dengan os linux lainnya ataupun sistem operasi Windows terbaru. Versi Xfce memang sedari awal ditujukan bagi pengguna dengan penggunaan ringan seperti pekerjaan kantoran ringan(word, excel, dll), browsing ataupun pekerjaan kecil lainnya. Selain itu, Xfce memang ditujukan bagi pengguna dengan komputer dengan spesifikasi rendah atau lawas.

Dalam paket instalasi, sudah langsung mencakup Libre Office yang dapat digunakan sebagai pengganti Microsoft Office di Linux. Libre Office bersifat gratis dan open source sehingga pengguna tidak perlu repot-repot mengurusi masalah lisensi.

Fungsi-fungsi lain seperti menonton video, mengedit gambar, atau sekedar browsing juga bisa dilakukan dengan Linux Mint Xfce sebagaimana sistem operasi lainnya. Yang membedakan hanyalah interfacenya yang lebih sederhana dibandingkan jenis linux lainnya.


Sumber referensi:
  • Tangan Belang, Ngobrol Yuk: Mengenal desktop environment Linux, https://www.youtube.com/watch?v=f2q2l4zclNA, diakses pada 1 November 2017




Saturday, November 4, 2017
Posted by a

Tutorial Instalasi Ubuntu pada VMware (dan PC)


Ubuntu merupakan salah satu distro linux yang paling populer dikalangan pengguna Linux, baik di luar negeri maupun di Indonesia selain LinuxMint. Ubuntu menawarkan tampilan  user friendly yang dapat dengan mudah dimengerti dan digunakan oleh orang awam atau pengguna Windows yang baru mencoba sistem operasi Linux. Sistem operasi Ubuntu dapat diunduh melalui link berikut ini.

Kali ini kita akan menjelaskan cara menginstal Ubuntu pada salah satu virtual machine yang dapat digunakan dengan gratis, yakni VMware. VMware dapat diunduh melalui link ini.

Instalasi Ubuntu pada VMware

a. Sebelum melakukan instalasi Ubuntu pada VMware, terlebih dahulu kita harus menginstal VMware itu sendiri. Setelah selesai, buka VMware dengan cara dobel klik pada icon VMware. Lalu, klik Create a New Virtual Machine seperti pada tampilan di bawah ini.
 


b. Setelah itu, akan muncul tampilan untuk memilih sumber dari file Ubuntu yang akan dipilih. Klik radio button yang bertuliskan  Installer disc image file (.iso). Lalu, klik Browse.



c. Pilih file instalasi Ubuntu sesuai dengan yang telah diunduh tadi. Lalu klik Open. Setelah itu, klik Next.




d. Setelah itu, akan muncul tampilan Personalize Linux. Isi kolom Full name, User name, Password, dan Confirm. Data ini nantinya akan digunakan untuk login pada sistem operasi Ubuntu yang telah terinstal. Lalu klik Next.



e. Tampilan Name the Virtual Machine akan muncul selanjutnya. Isi nama Virtual Machine dan pilih letak dimana Virtual Machine akan tersimpan. Klik Browse untuk memilih lokasi penyimpanan. Setelah selesai memilih lokasi, klik Next.



f. Pada tampilan Specify Disk Capacity, kalian harus menentukan besaran dari Virtual Disk yang akan digunakan dalam Virtual Machine kalian. Setelah menentukan besarannya, klik Next.



g. Setelah itu akan muncul tampilan spesifikasi dari Virtual Machine yang akan diinstal. Jika ingin merubah spesifikasi, klik Customize Hardware. Jika tidak, bisa langsung klik Finish.



h. Setelah meng-klik Finish, maka proses pembuatan Virtual Machine akan langsung dikerjakan dan langsun menjalankan file instalasi Ubuntu. 



i. Berikut ini beberapa gambar proses menjalankan file instalasi Ubuntu.






j. Setelah proses menjalankan file instalasi selesai, secara otomatis akan muncul tampilan Install dengan proses pertama Copying files lalu dilanjutkan dengan proses Installing system.







k. Setelah proses instalasi selesai, akan muncul tampilan untuk login Ubuntu. Klik terlebih dahulu nama sesuai dengan yang telah dibuat tadi.



l. Masukkan password sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu klik Sign In.



m. Lalu proses yang tersisa akan otomatis diselesaikan.



n. Setelah semua proses instalasi selesai, akan muncul tampilan seperti di bawah ini yang menandakan proses instalasi Ubuntu telah selesai dan dapat langsung digunakan oleh pengguna.





Instalasi Ubuntu pada PC

a. Pertama, siapkan terlebih dahulu partisi kosong sebagai tempat instalasi Ubuntu. Jika menggunakan dual-boot, pisahkan partisi antara instalasi os sebelumnya dengan partisi tempat instalasi Ubuntu. Pembuatan partisi dapat dilakukan langsung di os Windows-nya atau menggunakan software EaseUS Partition Master.

b. Setelah itu, pasangkan file instalasi Ubuntu yang akan diinstal. Pembuatan file bootable Ubuntu dapat dilakukan dengan software Rufus jika ingin melakukan instalasi dengan USB Flash Disk. 

c. Lalu, atur ulang pengaturan BIOS agar boot yang pertama dilakukan melalui drive yang berisi file instalasi Ubuntu. Pengaturan ulang setiap PC dapat berbeda-beda namun dapat dengan mudah kita ganti. 

d. Restart PC kalian agar langsung melakukan booting pertama melalui Drive tempat file instalasi berada.

e. Langkah selanjutnya dapat disesuaikan dengan tutorial instalasi pada VMware.

Untuk tutorial lebih lengkap mengenai instalasi Ubuntu secara dual-boot, kalian dapat mengunjungi website WinPoin.
Saturday, October 28, 2017
Posted by a

Popular Post

Copyright by ADP Share. Powered by Blogger.

- Copyright © ADP Share -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -