Showing posts with label PSTI. Show all posts
Perbedaan Object Oriented Programming dengan Pemrograman Struktural
Nama: Ananda Dwi Putranto
NIM: 1705551100
Jurusan/Fakultas/Universitas: Jurusan Teknologi Informasi/Fakultas Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah: Pengantar Sistem dan Teknologi Informasi
Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, ST MT
![]() |
| Dokumentasi Pribadi |
Berkaitan dengan teknologi informasi, tentu muncul yang namanya istilah pemrograman. Tapi, apa itu pemrograman? Pemrograman merupakan suatu ilmu yang mempelajari proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Menulis kode atau biasa disebut koding dapat dilakukan dalam berbagai bahasa pemrograman baik itu Java, PHP, maupun bahasa pemrograman lainnya. Hal terpenting dalam penulisan kode adalah pemahaman akan algoirtma dari program yang akan dibuat. Algoritma merupakan alur berjalannya dari suatu program yang akan dibuat dan di koding. Terdapat beberapa materi yang dibahas pada pemrograman, yaitu Pemrograman Struktural, Pemrograman Object Oriented, dan IDE.
Pemrograman Struktural merupakan pemrograman dimana pendekatan pembuatan program adalah dengan menganut konsep "top-down". Pada konsep ini, program dimulai dengan gambaran global, yang dinyatakan dengan nama-prosedur (sub-rutin) dan bukan isi detailnya. Selanjutnya prosedur sendiri bisa dipecah-pecah lagi menjadi prosedur yang lain. Dalam konsep struktural menggunakan function dan procedure.
Pemrograman Object Oriented merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Model data berorientasi objek dikatakan dapat memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik peranti lunak skala besar.
Penggunaan konsep pemrograman struktural cocok digunakan untuk orang yang baru belajar mengenai pemrograman. Hal itu dikarenakan konsep pemrograman struktural lebih connect kepada pembuatan Algoritma maupun Flowchart yang dibuat sesuai langkah-langkah berurutan. Selain itu, penggunaan konsep pemrograman struktural juga cocok digunakan dalam program sederhana seperti membuat website static yang simpel dan tidak membutuhkan koding-an yang rumit.
Sedangkan penggunaan konsep OOP banyak disukai oleh para programmer profesional atau orang yang sudah biasa meng-koding. Hal ini disebabkan karena penggunaan OOP yang dapat menghemat waktu dalam penulisan kode. Dalam konsep ini, kita akan terhindar dari penulisan kode yang berulang karena kita hanya tinggal memanggil kelas atau objek mana yang akan kita gunakan dari kode yang sudah kita tuliskan sebelumnya. Hal ini berdampak pula dalam maintenance dan debugging program karena jika terjadi error, kita tidak perlu repot-repot membetulkan kode yang salah secara berulang, cukup pada salah satu objek yang mengalami error.
Sedangkan penggunaan konsep OOP banyak disukai oleh para programmer profesional atau orang yang sudah biasa meng-koding. Hal ini disebabkan karena penggunaan OOP yang dapat menghemat waktu dalam penulisan kode. Dalam konsep ini, kita akan terhindar dari penulisan kode yang berulang karena kita hanya tinggal memanggil kelas atau objek mana yang akan kita gunakan dari kode yang sudah kita tuliskan sebelumnya. Hal ini berdampak pula dalam maintenance dan debugging program karena jika terjadi error, kita tidak perlu repot-repot membetulkan kode yang salah secara berulang, cukup pada salah satu objek yang mengalami error.
Sumber referensi:
- I Putu Agus Eka Pratama, ST MT; Database, Pemrograman, Operating System dan Networking; Pertemuan 10
- Ananda Dwi, Serba-Serbi Database, Pemrograman Hingga OS, dan Networking, https://adpshare.blogspot.co.id/2017/10/serba-serbi-database-pemrograman-hingga.html, diakses pada 5 November 2017
Peranan Sistem dan Teknologi Informasi Dalam Kehidupan
Nama: Ananda Dwi Putranto
NIM: 1705551100
Jurusan/Fakultas/Universitas: Jurusan Teknologi Informasi/Fakultas Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah: Pengantar Sistem dan Teknologi Informasi
Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, ST MT
Sistem dan teknologi informasi sudah berkembang sangat
jauh pada masa sekarang. Hal tersebut membuat kehidupan manusia jauh dipermudah
dalam banyak hal, baik dalam pekerjaan sehari-hari, kehidupan bersosialisasi
maupun kegiatan lainnya yang memanfaatkan sistem dan teknologi informasi.
Penerapan dari sistem dan teknologi informasi sudah sangat banyak terdapat di
kehidupan kita baik kita sadari maupun tidak kita sadari. Berikut ini
peran-peran yang sistem dan teknologi informasi yang dapat kita rasakan
dampaknya.
Memahami Peran
Sistem dan Teknologi Informasi Dalam Dunia Nyata
Sebelum membahasa satu per satu bagian, secara garis
besar contoh penerapan sistem dan teknologi informasi adalah BUS, I/O, memori
(RAM dan ROM), sistem bilangan dan aritmatika, komputerisasi, komputasi
(tunggal dan paralel), hardware komputer, cloud service, animasi, robotika, dan
masih banyak yang lainnya.
Untuk tiga pertama yang telah disebutkan diatas
merupakan perangkat keras yang terpasang di dalam internal dari sebuah komputer
atau perangkat lainnya. Penerapan dari cloud service juga sudah banyak
digunakan seperti Google Drive sebagai media penyimpanan online serta layanan pada
media sosial yang menerapkan cloud service. Animasi dan robotika juga tengah
banyak digandrungi oleh penggemar teknologi karena teknologi yang digunakan
sudah semakin maju dan canggih seperti animasi yang memanfaatkan teknologi
Virtual Reality dan Augmented Reality serta banyaknya teknologi robotika yang
memanfaatkan Artifical Intelegent.
Untuk penerapan lainnya akan kita kupas satu per satu.
Peran Dalam Dunia
Bisnis: Social Media
Social media sudah menjadi ruang teknologi yang
dibutuhkan oleh kebanyakan orang di dunia, khususnya di Indonesia. Persentase
penggunanya pun makin tahun semakin tinggi. Indonesia juga merupakan salah satu
negara dengan pengguna sosial media Facebook yang terbanyak di dunia. Banyaknya
penduduk Indonesia yang menggunakan sosial media memunculkan potensi besar bagi
perusahaan besar atau pengusaha kecil menengah dalam mengembangkan bisnisnya.
Contohnya dalam hal promosi, berkomunikasi dengan pelanggan, serta mengetahui
minat apa saja yang tengah digandrungi oleh masyarakat kebanyakan.
Sosial media memang sangat mudah digunakan. Hanya
dengan melakukan beberapa langkah saja, kita sudah dapat menggunakan dan
mengakses sosial media. Tapi tahukah kalian? Dibalik semua kemudahan tersebut,
perusahaan besar penyedia aplikasi sosial media membutuhkan banyak hal untuk
menjalankan sosial media tersebut dengan baik. Mereka harus memiliki layanan
server, data center, cloud computing serta keamanan sistem yang baik agar para
pengguna tetap dengan nyaman menggunakan aplikasi mereka.
Peran Dalam Dunia Database:
Oracle
Berbicara soal teknologi informasi, tidak terlepas
dari yang namanya data. Pemanfaatan teknologi pada data membuat pengelolaan
data dapat dengan mudah dilakukan tanpa peru menggunakan cara tradisional yang
membuat pencarian data susah dilakukan. Teknologi yang digunakan dalam
pengelolaan data adalah Database (penjelasan lebih lengkap mengenai database
diakses disini).
Salah satu perusahaan terbesar di dunia yang terkenal
akan teknologi databasenya adalah Oracle. Perusahaan yang didirikan oleh Larry
Ellison ini berbasis di Amerika Serikat. Oracle tidak hanya bergerak pada
bidang DataBase Management System saja, namun Oracle juga memberikan layanan
Data Cloud, Data Security yang terjamin kredibilitasnya karena banyak digunakan
oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia bahkan banyak juga digunakan pada lembaga-lembaga
pemerintahan di Indonesia. Selain Oracle, ada juga database MySQL yang banyak
digunakan dalam pengembangan website dan lain-lain.
Peran Dalam Dunia Pemrograman:
IDE, Visual/Mobile/Game Programming
Aplikasi dan software yang kita gunakan dalam
kehidupan sehari-hari tentu tidak akan berjalan sebagaimana dengan mestinya
tanpa adanya kode-kode yang menyusun program atau aplikasi tersebut
dibelakangnya. Saat ini, tools dalam pemrograman sudah banyak terdapat IDE yang
mempermudah pekerjaan dari para programmer. IDE atau Integrated Development
Environment merupakan suatu tools pemrograman tempat programmer menuliskan kode
program dan menjadi satu paket dengan compiler, debugger, dan tools lainnya
untuk membantu pengerjaan suatu program. Dengan kata lain, IDE adalah tools
pemrograman yang all in one. Contoh-contoh dari IDE antara lain Netbeans yang
banyak digunakan untuk pemrograman berbasis desktop, Eclipse dan Android Studio
yang banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi mobile berbasis Android,
Xcode yang biasa digunakan dalam pengembangan aplikasi mobile berbasis IOS, dan
IDE lainnya dengan bermacam kegunaan.
Terdapat beberapa macam pemrograman yang ada berkembang
saat ini. Ada Visual Programming yang berfokus pada pengembangan aplikasi pada
platform desktop. Ada juga Mobile Programming dimana programmer dapat membuat
aplikasi-aplikasi mobile dengan berbagai basis operating system dengan
kegunaan-kegunaan yang berbeda. Serta adanya Game Programming dimana programmer
dapat menciptakan permainan pada platform yang mereka pilih baik itu desktop
maupun mobile. Terdapat juga jenis penulisan program seperti Struktural dan
Object Oriented yang dapat ditelusuri lebih jauh disini.
Sumber referensi:
- I Putu Agus Eka Pratama, ST MT; Database, Pemrograman, Operating System dan Networking; Pertemuan 9
- Ananda Dwi, Serba-Serbi Database, Pemrograman Hingga OS, dan Networking, https://adpshare.blogspot.co.id/2017/10/serba-serbi-database-pemrograman-hingga.html, diakses pada 5 November 2017
Instalasi Linux Mint Xfce dan Impresi Awal Penggunannya
Nama: Ananda Dwi Putranto
NIM: 1705551100
Jurusan/Fakultas/Universitas: Jurusan Teknologi Informasi/Fakultas Teknik/Universitas Udayana
Mata Kuliah: Pengantar Sistem dan Teknologi Informasi
Dosen: I Putu Agus Eka Pratama, ST MT
Linux
mint merupakan salah satu distro Linux yang paling populer dan digemari oleh
pengguna sistem operasi berbasis open source. Hal ini disebabkan karena
tampilan yang mudah dipahami oleh pengguna awam serta User Interface yang
ditawarkan terlihat simple dan sedap dipandang. Kali ini, kita akan membahas
mengenai instalasi OS Linux Mint 18.2 “Sonya” Xfce. Xfce sendiri merupakan
varian Linux yang dapat digunakan pada komputer berspesifikasi rendah karena OS
tersebut ringan dan tidak membutuhkan resource yang besar.
Langkah pertama, siapkan terlebih dahulu CD atau Flahsdisk
yang sudah berisi file instalasi OS dan siap digunakan untuk booting dalam
menjalankan instalasi OS. Jika belum memiliki file instalasinya, bisa diunduh
pada link https://linuxmint.com/download.php.
Selanjutnya, siapkan partisi dimana
tempat OS akan diinstal. Pembuatan partisi dapat dilakukan sebelum melakukan
instalasi atau bisa dilakukan pada saat proses instalasi.
Setelah semua persiapan diatas
dilakukan, restart komputer atau laptop kalian serta menekan tombol F2 (setiap
device bisa saja berbeda) untuk masuk ke dalam menu BIOS. Pada menu BIOS, pilih
tab BOOT lalu setting agar boot pertama dilakukan memlalui drive yang terdapat
file instalasi OS. Lalu klik Exit dan save changes.
Proses booting akan otomatis
dilakukan dan secara otomatis pula komputer akan masuk ke dalam mode Use
without installing pada Linux Mint.
Untuk melakukan instalasi, klik dua
kali pada icon Install Linux Mint.
Setelah itu akan muncul tampilan
untuk memilih bahasa yang akan digunakan. Lalu klik Continue setelah memilih bahasa.
Pada tampilan selanjutnya, pilih I don’t want to connect to a wi-fi network
right now agar tidak langsung menginstal aplikasi pihak ketiga yang
membutuhkan koneksi internet. Lalu klik Continue.
Lalu, centang combobox yang ada pada
tampilan selanjutnya untuk menyetujui instalasi software pendukung. Lalu klik Continue.
Pada menu selanjutnya, silahkan
pilih Something else jika tidak
ingin menghilangkan data yang terdapat pada hard drive. Lalu klik Continue.
Tampilan yang muncul selanjutnya
adalah memilih di partisi mana kita akan menginstal OS. Kita bisa memilih New Partition Table jika belum membuat
partisi sebelumnya. Jika tidak, kita bisa langsung memilih partisi dan klik Install Now.
Lalu akan muncul tampilan
persetujuan memilih partisi tersebut dan akan memformat seluruh data yang
terdapat pada partisi tersebut. Klik Continue.
Setelah itu akan muncul tampilan
untuk memilih zona waktu yang berlakuk di daerah kita. Setelah memilih zona
waktu, klik Continue.
Lalu akan muncul tampilan untuk memilih
bahasa keyboard yang ingin kita gunakan . Secara umum, layout keyboard yang
biasa digunakan adalah English (US). Setelah
itu klik Continue.
Lalu akan muncul tampilan form untuk
mengisi nama, nama komputer, username, dan password yang akan digunakan untuk
login. Setelah mengisi seluruh data, klik Continue.
Komputer akan otomatis menjalankan
proses instalasi Linux Mint. Proses akan berjalan lumayan lama dan akan selesai
setelah dua kali proses restart.
Jika sudah muncul tampilan untuk
login, maka proses instalasi Linux Mint telah selesai dan dapat digunakan
dengan normal.
Impresi Awal Penggunaan Linux Mint Xfce
Setelah menggunakan Linux Mint Xfce selama beberapa hari, impresi awal yang saya rasakan adalah sistem operasi ini terasa sangat ringan digunakan jika dibandingkan dengan os linux lainnya ataupun sistem operasi Windows terbaru. Versi Xfce memang sedari awal ditujukan bagi pengguna dengan penggunaan ringan seperti pekerjaan kantoran ringan(word, excel, dll), browsing ataupun pekerjaan kecil lainnya. Selain itu, Xfce memang ditujukan bagi pengguna dengan komputer dengan spesifikasi rendah atau lawas.
Dalam paket instalasi, sudah langsung mencakup Libre Office yang dapat digunakan sebagai pengganti Microsoft Office di Linux. Libre Office bersifat gratis dan open source sehingga pengguna tidak perlu repot-repot mengurusi masalah lisensi.
Fungsi-fungsi lain seperti menonton video, mengedit gambar, atau sekedar browsing juga bisa dilakukan dengan Linux Mint Xfce sebagaimana sistem operasi lainnya. Yang membedakan hanyalah interfacenya yang lebih sederhana dibandingkan jenis linux lainnya.
Sumber referensi:
- Tangan Belang, Ngobrol Yuk: Mengenal desktop environment Linux, https://www.youtube.com/watch?v=f2q2l4zclNA, diakses pada 1 November 2017

















